Kiai
Sahal merupakan tipe seorang ulama yang sejak awal kehidupannya tumbuh dan
berkembang dalam tradisi pesantren. Pesantren sebagai bentuk lembaga pendidikan
tertua di Indonesia dengan segala subkultur dan kekhasannya, telah membentuk
pribadi dan karakter Kiai Sahal. Meskipun oleh sebagian kalangan pesantren
sering dikritik sebagai identik dengan kekolotan, keterbelakangan,
tradisionalisme, jumud, dan seterusnya, ternyata dari sana muncul kader-kader
bangsa dengan integritas moral yang tinggi, memiliki basis tradisi yang bail;,
dan mampu beradaptasi dengan modernitas. Pesantren dengan segala kelebihan dan
kekurangannya ternyata mempunyai kontribusi yang tidak sedikit dalam mewariskan
nilai-nilai dan kearifan hidup. Bahkan, kekayaan tradisi keilmuan pesantren yang
ditransformasikan secara benar, dipandang sementara kalangan sebagai modal untuk
menghadapi dinamika hidup dan modernitas.
Membaca
riwayat hidupnya,